Author: Agung Wibowo

Pengumuman Hasil Uji Kompetensi 2018/2019

Peserta uji kompetensi yang mengikuti remedial pengetahuan hadir pada pukul 08:00 WIB
No PesertaNAMA SISWAPengetahuanKeterampilanJumlah RemedialKeterangan
4-19-12-02-0120-0260-5Abi Nurfajar
4-19-12-02-0120-0261-4Alvina Devi YantiRemedialRemedial2Panggilan Orang Tua
4-19-12-02-0120-0262-3Alvina Intan PratiwiRemedialKompeten1Mengulang Mandiri
4-19-12-02-0120-0263-2Amallia NisrinaRemedialKompeten1Mengulang Mandiri
4-19-12-02-0120-0264-9Andi PrasetyoRemedialKompeten1Mengulang Mandiri
4-19-12-02-0120-0265-8Andika Restu SaputraRemedialKompeten1Mengulang Mandiri
4-19-12-02-0120-0266-7Andika Wijaya SaputraRemedialKompeten1Mengulang Mandiri
4-19-12-02-0120-0267-6Anggi Yobi SaputraRemedialKompeten1Mengulang Mandiri
4-19-12-02-0120-0268-5Anrio PamungkasRemedialKompeten1Mengulang Mandiri
4-19-12-02-0120-0269-4Bagus SajiwoRemedialRemedial2Panggilan Orang Tua
4-19-12-02-0120-0270-3Bayu Ade SaputraRemedialKompeten1Mengulang Mandiri
4-19-12-02-0120-0271-2Bayu Winata PrasetyaRemedialKompeten1Mengulang Mandiri
4-19-12-02-0120-0272-9Chintia Kumala DewiRemedialKompeten1Mengulang Mandiri
4-19-12-02-0120-0273-8David Rizky PratamaRemedialRemedial2Panggilan Orang Tua
4-19-12-02-0120-0274-7Dea Klara HapsaniRemedialKompeten1Mengulang Mandiri
4-19-12-02-0120-0275-6Della Meikurnia WatiRemedialKompeten1Mengulang Mandiri
4-19-12-02-0120-0276-5Dimas ArifandiRemedialKompeten1Mengulang Mandiri
4-19-12-02-0120-0277-4Dimas Mufti RizkiyawanRemedialKompeten1Mengulang Mandiri
4-19-12-02-0120-0278-3Donna Ratu PutriRemedialKompeten1Mengulang Mandiri
4-19-12-02-0120-0279-2Eliana Septiana KurniRemedialRemedial2Panggilan Orang Tua
4-19-12-02-0120-0280-9Fahmi AlfandiRemedialKompeten1Mengulang Mandiri
4-19-12-02-0120-0281-8Fahri Alik NurhudaRemedialKompeten1Mengulang Mandiri
4-19-12-02-0120-0282-7Fery PrimadaniRemedialKompeten1Mengulang Mandiri
4-19-12-02-0120-0283-6Fina MeliyanaRemedialRemedial2Panggilan Orang Tua
4-19-12-02-0120-0284-5Gressi SukesmiatiRemedialKompeten1Mengulang Mandiri
4-19-12-02-0120-0285-4Icha Ayu WulandariRemedialKompeten1Mengulang Mandiri
4-19-12-02-0120-0286-3Luspita NingrumRemedialKompeten1Mengulang Mandiri
4-19-12-02-0120-0287-2Muhamad Danang SaputraRemedialKompeten1Mengulang Mandiri
4-19-12-02-0120-0288-9Nana YulianaRemedialKompeten1Mengulang Mandiri
4-19-12-02-0120-0289-8Nastiti Putri WidiawatiRemedialRemedial2Panggilan Orang Tua
4-19-12-02-0120-0290-7Nova LutfianaRemedialKompeten1Mengulang Mandiri
4-19-12-02-0120-0291-6Pipit LeswaraRemedialRemedial2Panggilan Orang Tua
4-19-12-02-0120-0292-5Rendi Bagas SetiawanRemedialKompeten1Mengulang Mandiri
4-19-12-02-0120-0293-4Reza Arief PrasetyaRemedialKompeten1Mengulang Mandiri
4-19-12-02-0120-0294-3Reza AriyantoRemedialKompeten1Mengulang Mandiri
4-19-12-02-0120-0295-2Rizal Nandika Dwi CahyoRemedialKompeten1Mengulang Mandiri
4-19-12-02-0120-0296-9Rizky Angga PratamaRemedialRemedial2Panggilan Orang Tua
4-19-12-02-0120-0297-8Ronaldo Rizki DermawanKompetenKompeten0Sangat Kompeten
4-19-12-02-0120-0298-7Vera Okta FiraniRemedialKompeten1Mengulang Mandiri
4-19-12-02-0120-0299-6Vina YunitasariRemedialRemedial2Panggilan Orang Tua
4-19-12-02-0120-0300-5Adi Dwi NugrohoRemedialRemedial2Panggilan Orang Tua
4-19-12-02-0120-0301-4Aji WibowoRemedialKompeten1Mengulang Mandiri
4-19-12-02-0120-0302-3Alan PermanaRemedialRemedial2Panggilan Orang Tua
4-19-12-02-0120-0303-2Aldi SugihartoRemedialRemedial2Panggilan Orang Tua
4-19-12-02-0120-0304-9Almar Dwi RestuRemedialKompeten1Mengulang Mandiri
4-19-12-02-0120-0305-8Amin SiddikRemedialKompeten1Mengulang Mandiri
4-19-12-02-0120-0306-7Andre PratamaRemedialKompeten1Mengulang Mandiri
4-19-12-02-0120-0307-6Arista Santi MawarniRemedialRemedial2Panggilan Orang Tua
4-19-12-02-0120-0308-5Bonanza Dimas SaputraRemedialRemedial2Panggilan Orang Tua
4-19-12-02-0120-0309-4Edwin PermanaRemedialKompeten1Mengulang Mandiri
4-19-12-02-0120-0310-3Fariz RubihatlanRemedialKompeten1Mengulang Mandiri
4-19-12-02-0120-0311-2FeriyaniRemedialKompeten1Mengulang Mandiri
4-19-12-02-0120-0312-9Fitri AniRemedialKompeten1Mengulang Mandiri
4-19-12-02-0120-0313-8Frengky SaputraRemedialKompeten1Mengulang Mandiri
4-19-12-02-0120-0314-7Hafiz KamaludinRemedialKompeten1Mengulang Mandiri
4-19-12-02-0120-0315-6Ica Martha PralestyaRemedialKompeten1Mengulang Mandiri
4-19-12-02-0120-0316-5Ika PrastiwiRemedialKompeten1Mengulang Mandiri
4-19-12-02-0120-0317-4Ikhsan BaihaqiRemedialKompeten1Mengulang Mandiri
4-19-12-02-0120-0318-3Indah NovasariRemedialKompeten1Mengulang Mandiri
4-19-12-02-0120-0319-2Irwan PrasetyoRemedialKompeten1Mengulang Mandiri
4-19-12-02-0120-0320-9Kadek SetiawatiRemedialKompeten1Mengulang Mandiri
4-19-12-02-0120-0321-8Kelvin SetiawanRemedialKompeten1Mengulang Mandiri
4-19-12-02-0120-0322-7Kevin Dimas DavenaRemedialKompeten1Mengulang Mandiri
4-19-12-02-0120-0323-6Krisna Aldi PutraRemedialKompeten1Mengulang Mandiri
4-19-12-02-0120-0324-5Lana Ade PutraRemedialKompeten1Mengulang Mandiri
4-19-12-02-0120-0325-4Melin AgustinaRemedialKompeten1Mengulang Mandiri
4-19-12-02-0120-0326-3Muhammad Yusup Wijaya KesumaRemedialKompeten1Mengulang Mandiri
4-19-12-02-0120-0327-2Nadia Kusuma WurdaniRemedialKompeten1Mengulang Mandiri
4-19-12-02-0120-0328-9Nova Rani NurfatimahRemedialKompeten1Mengulang Mandiri
4-19-12-02-0120-0329-8Nur AzizahRemedialKompeten1Mengulang Mandiri
4-19-12-02-0120-0330-7Nur Indah SafitriRemedialKompeten1Mengulang Mandiri
4-19-12-02-0120-0331-6Renata Erliana PutriRemedialKompeten1Mengulang Mandiri
4-19-12-02-0120-0332-5Resta FebrianaRemedialRemedial2Panggilan Orang Tua
4-19-12-02-0120-0333-4Rofi LufinoRemedialRemedial2Panggilan Orang Tua
4-19-12-02-0120-0334-3Sapta YuliantoRemedialKompeten1Mengulang Mandiri
4-19-12-02-0120-0335-2Sinta Puspita SariRemedialKompeten1Mengulang Mandiri
4-19-12-02-0120-0336-9Tedy KurniawanRemedialKompeten1Mengulang Mandiri
4-19-12-02-0120-0337-8Tobi SetiawanRemedialKompeten1Mengulang Mandiri
4-19-12-02-0120-0338-7Ade Jordy FerlianRemedialKompeten1Mengulang Mandiri
4-19-12-02-0120-0339-6Dicky AndeskaRemedialKompeten1Mengulang Mandiri
4-19-12-02-0120-0340-5Dion PriajiRemedialKompeten1Mengulang Mandiri
4-19-12-02-0120-0341-4Duwi MutiaraRemedialKompeten1Mengulang Mandiri
4-19-12-02-0120-0342-3Edi KiswantoRemedialKompeten1Mengulang Mandiri
4-19-12-02-0120-0343-2Fachrul FebryansyachRemedialKompeten1Mengulang Mandiri
4-19-12-02-0120-0344-9Faradilla SandyRemedialRemedial2Panggilan Orang Tua
4-19-12-02-0120-0345-8Fransiska ArtameviaRemedialKompeten1Mengulang Mandiri
4-19-12-02-0120-0346-7Jecki PrabowoRemedialKompeten1Mengulang Mandiri
4-19-12-02-0120-0347-6Jerry KurniawanRemedialKompeten1Mengulang Mandiri
4-19-12-02-0120-0348-5Levia Alvina AprianiRemedialKompeten1Mengulang Mandiri
4-19-12-02-0120-0349-4Muammar KhadafiRemedialKompeten1Mengulang Mandiri
4-19-12-02-0120-0350-3Muhammad Khadapi AlfariziRemedialKompeten1Mengulang Mandiri
4-19-12-02-0120-0351-2Muhammad Rizky HakikiRemedialKompeten1Mengulang Mandiri
4-19-12-02-0120-0352-9Rena AnggrainiRemedialKompeten1Mengulang Mandiri
4-19-12-02-0120-0353-8Restu Aditya AlfandiRemedialKompeten1Mengulang Mandiri
4-19-12-02-0120-0354-7Revanska Nata Pratama PutraRemedialKompeten1Mengulang Mandiri
4-19-12-02-0120-0355-6Ridho Putri Rosdiana GistaRemedialKompeten1Mengulang Mandiri
4-19-12-02-0120-0356-5Rini Eva AnggrainiRemedialKompeten1Mengulang Mandiri
4-19-12-02-0120-0357-4Rini MaryaniRemedialKompeten1Mengulang Mandiri
4-19-12-02-0120-0358-3Riski Riska SariRemedialKompeten1Mengulang Mandiri
4-19-12-02-0120-0359-2Ryan Afrizal PratamaRemedialKompeten1Mengulang Mandiri
4-19-12-02-0120-0360-9Sarah AdelaRemedialKompeten1Mengulang Mandiri
4-19-12-02-0120-0361-8Serli PratiwiRemedialKompeten1Mengulang Mandiri
4-19-12-02-0120-0362-7Sinta PaulaRemedialKompeten1Mengulang Mandiri
4-19-12-02-0120-0363-6Sintia NovitasariRemedialKompeten1Mengulang Mandiri
4-19-12-02-0120-0364-5Siti WahyuniRemedialKompeten1Mengulang Mandiri
4-19-12-02-0120-0365-4SusianaRemedialKompeten1Mengulang Mandiri
4-19-12-02-0120-0366-3Syahril FirmansyahRemedialKompeten1Mengulang Mandiri
4-19-12-02-0120-0367-2Taufik PratamaRemedialKompeten1Mengulang Mandiri
4-19-12-02-0120-0368-9Tri LestariRemedialKompeten1Mengulang Mandiri
4-19-12-02-0120-0369-8Tri SusantoRemedialKompeten1Mengulang Mandiri
4-19-12-02-0120-0370-7Veni Liana SariRemedialKompeten1Mengulang Mandiri
4-19-12-02-0120-0371-6Wahyu Rahman HidayatRemedialRemedial2Panggilan Orang Tua
4-19-12-02-0120-0372-5Wildan Nanda PrasetyoRemedialKompeten1Mengulang Mandiri
4-19-12-02-0120-0373-4YuliantiRemedialKompeten1Mengulang Mandiri
4-19-12-02-0120-0374-3Yunda Setiya WatiRemedialKompeten1Mengulang Mandiri
Jumlah Peserta Panggilan Wali Murid18
Jumlah Peserta Remedial Mandiri95
Jumlah Peserta Kompeten1

Categories: Info Sekolah

Memahami Cara Penjadwalan Proses

Materi 1 Penjadwalan Proses

Setelah mengikuti kegiatan belajar ini siswa diharapkan dapat :
1) Mengetahui penjadwalan proses pada sistem operasi
2) Memahami penerapan perintah penjadwalan proses pada sistem operasi

PENJADWALAN PROSES
Pengertian proses sebagaimana telah dijelaskan pada materi sebelumnya merupakan program yang dieksekusi. Eksekusi program tersebut dapat berasal dari sistem operasi sendiri, misalnya pada saat komputer pertama kali dihidupkan, dan dari user yang umumnya
menjalankan progrm aplikasi. Sistem operasi saat ini juga telah menyediakan kemampuan penjadwalan proses ini baik oleh sistem operasi sendiri ataupun oleh user.

 

Penjadwalan proses biasa digunakan untuk menyatakan kegiatan penjadwalan yang dilakukan sistem operasi terhadap proses yang berjalan. Sedangkan penjadwalan tugas (task) adalah penjadwalan yang dilakukan oleh user (administrator) untuk menyelesaikan satu atau lebih tugas tertentu. Materi mengenai penjadwalan tugas akan dibahas berikutnya.

 

PENJADWALAN PROSES
Penjadwalan merupakan kumpulan kebijaksanaan dan mekanisme di sistem yang berkaitan dengan urutan kerja yang dilakukan. Pada sistem operasi, penjadwalan bertugas memutuskan:
– Proses yang harus berjalan
– Kapan dan selama berapa lama proses itu berjalan

 

Sasaran utama penjadwalan proses
Penjadwalan ini dilakukan oleh sistem operasi untuk mendukung kelancaran kebutuhan kinerja baik oleh sistem maupun user. Ada banyak proses yang dikelola oleh sistem secara bersamaan (pseudoparalleism). Oleh karena itu, perlu adanya pengaturan eksekusi dalam hal ini penjadwalan ekskusi proses agar semuanya dapat berjalan secara optimal. Berikut ini beberapa kriteria yang banyak digunakan untuk menentukan penjadwalan tersebut.
– Adil (fairness)
– Efisiensi
– Waktu tanggap (response time)
– Turn around time
– Throughput

 

ADIL (FAIRNESS)
Kriteria ini menunjukkan bahwa setiap proses seharusnya dilayani secara merata oleh sistem operasi. Merata disini maksudnya, pembagian jatah waktu proses yang sama dan tak ada proses yang tidak kebagian layanan pemroses sehingga mengalami startvation.
Sasaran penjadwalan seharusnya menjamin tiap proses mendapat pelayanan dari pemroses yang adil.

 

EFISIENSI

Efisiensi pemroses ini dihitung dengan menggunakan perbandingan terhadap waktu sibuk pemroses. Efisiensi ini terkait dengan kemampuan sistem operasi untuk memanfaatkan pemroses semaksimal mungkin dalam menyelesaikan semua proses yang ada. Memaksimalkan ini dapat diartikan juga dengan membuat pemroses dalam keadaan selalu sibuk (tidak menganggur).

 

WAKTU TANGGAP (RESPONSE TIME)
Waktu tanggap ini berbeda untuk sistem interaktif dan sistem waktu nyata (real time). Pada sisem interaktif waktu tanggap didefinisikan sebagai waktu yang diperlukan untuk menjalankan suatu proses dari saat karakter terakhir dari perintah atau transaksi dimasukkan
sampai hasil pertama muncul dilayar. Nama lain dari waktu tanggap ini adalah terminal response time.

Pada sistem waktu nyata (real time) waktu tanggap didefinisikan sebagai waktu yang diperlukan oleh sistem operasi untuk menjalankan proses dari saat kejadian (baik internal atau eksternal) sampai instruksi pertama dari proses tersebut dieksekusi. Waktu ini sering juga
disebut dengan istilah event response time.

 

TURN AROUND TIME
Ini adalah waktu yang diperlukan oleh suatu proses dieksekusi oleh sistem operasi mulai dari saat proses masuk ke sistem hingga eksekusi berakhir. Dalam waktu ini termasuk juga waktu tunggu proses tersebut, saat sistem mengalihkan eksekusinya ke proses lain.
Sasaran penjadwalan adalah meminimalkan turn around time.

 

THROUGHPUT
Dalam kaitannya dengan penjadwalan throughput adalah nilai yang menunjukkan jumlah proses yang dapat dijalankan oleh sistem operasi pada selang waktu tertentu. Sasaran dari penjadwalan terkait dengan ini adalah memperbesar nilainya. Lebih tinggi throughput, lebih banyak kerja yang dapat dilakukan oleh sistem dalam satu waktu sehingga lebih banyak yang dapat diselesaikan.

Kriteria-kriteria ini dapat memiliki keterkaitan atau pertentangan antara satu dengan yang lainnya, sehingga tidak dimungkinkan optimasi semua kriteria secara simultan. Contohnya, untuk memberi waktu tanggap kecil memerlukan penjadwalan yang sering beralih di antara
proses-proses itu. Cara ini akan meningkatkan beban (overhead) sistem dan mengurangi/mereduksi nilai throughput.
Kebijaksanaan perancangan penjadwalan melibatkan kompromi di antara kebutuhan-kebutuhan yang saling bertentangan. Kompromi ini bergantung sifat dan penggunaan sistem komputer.

Download Materi-Penjadwalan-Proses

 

Materi 2 Penjadwalan Tugas

Setelah mengikuti kegiatan belajar ini siswa diharapkan dapat :
1) Mengetahui penjadwalan tugas pada sistem operasi
2) Memahami penerapan penjadwalan tugas pada sistem operasi

PENJADWALAN TUGAS
Penjadwalan ini dimaksudkan untuk memberikan kesempatan bagi user (administrator) untuk melakukan tugas-tugas pengelolaan sistem komputer tanpa harus berada di tempat. Terdapat dua jenis penjadwalan berdasarkan waktu terjadinya, yakni: penjadwalan waktu berulang dan penjadwalan waktu tertentu. pada penjadwalan waktu berulang, suatu program yang telah ditetapkan akan dijalankan berkali-kali, misalnya setiap jam atau setiap awal bulan. Sedangkan pada penjadwalan waktu tertentu program akan dijalankan hanya satu kali sesuai waktu yang telah ditetapkan.

 

Terdapat dua aplikasi yang ada di Linux untuk penjadwalan ini, yakni cron (command run on) dan atd. Cron berguna untuk penjadwalan berulang, sedangkan atd untuk waktu tertentu. Cron ini di Linux diimplementasikan dalam bentuk layanan. Pada saat layanannya aktif maka semua tugas yang telah dijadwalkan akan dikerjakan sesuai waktunya. Sedangkan atd adalah program penjadwalan tugas yang hanya dikerjakan hanya satu kali pada waktu tertentu.

 

Pada sistem Linux ada banyak penjadwalan yang dapat dilakukan, seperti rotasi file log, pembaruan basis data untuk program locate, backup, skrip perawatan (misalnya, penghapusan file temporari). Secara default semua user dapat membuat penjadwalan tugas, karena layanan cron membedakan penyimpanan untuk tiap user. Di UNIX/Linux penjadwalan ini disimpan pada file crontab untuk masing-masing user. Pembatasan terhadap user yang dapat membuat pejadwalan ini dapat dilakukan melalui file /etc/cron.allow, sedangkan file /etc/cron.deny digunakan untuk memblok user.

Download Materi-Penjadwalan-Tugas

 

Materi 3 Penjadwalan Tugas Tertentu

Setelah mengikuti kegiatan belajar ini siswa diharapkan dapat :
1) Mengetahui penjadwalan tugas tertentu pada sistem operasi
2) Memahami penerapan penjadwalan tugas tertentu pada sistem operasi

PENJADWALAN TUGAS WAKTU TERTENTU
Sebagaimana telah dijelaskan pada materi sebelumnya, penjadwalan ini berkaitan dengan eksekusi program yang hanya dijalankan sekali saja. Program at di Linux dapat digunakan untuk penjadwalan ini. Format perintah program ini adalah sebagai berikut, yang dapat
dijalankan oleh semua user yang terdaftar pada sistem ini.

at waktu

 

keterangan:
waktu disini dapat dinyatakan dalam format berikut.
– hh:mm, hhmm, hh:mm AM/PM atau hhmm AM/PM, untuk jam dan menit, contoh: 11:12.
– now, untuk menjalankan perintah sekarang setelah perintah at.
– midnight, untuk menjalankan perintah jam 00:00 malam.
– noon, untuk jam 12 siang.
– teatime, untuk jam 4 sore.
– today, untuk menjalankan perintah hari ini.
– tomorrow, untuk menjalankan perintah esok hari.
– Tanggal dengan salah satu format berikut: mmddyy, mmddyyyy, mm/dd/yy, mm/dd/yyyy, dd.mm.yy, dd.mm.yyyy, atau nama-bulan dd. d untuk menyatakan tanggal, m bulan dan y tahun, serta jumlah huruf menyatakan jumlah digit yang dapat dituliskan.

Variasi waktu lainnya adalah penggunaan kombinasi operator + dan – bersama dengan kata kunci minute, minutes, hour, hours, day, days, week, weeks, month, months, year, atau years.

Berikut merupakan contoh penggunakan perintah at dengan waktu pengambilan diumpamakan adalah Sabtu, 4 Oktober 2014 jam 09:00 pagi.

ex: at now 3 + minutes

at> cp /home/firewall.sh  /home/data

at> ctrl+d

dalam periode waktu 3 menit perintah diatas akan dijalankan untuk pengkopian file firewall.sh ke direktori /home/data

Download Materi-Penjadwalan-Tugas-Tertentu

 

Materi 4 Pengenalan Skripting

Setelah mengikuti kegiatan belajar ini siswa diharapkan dapat :
1) Mengetahui skripting pada sistem operasi
2) Memahami penerapan skrip pada sistem operasi

SKRIPTING
Skripting merupakan kata lain untuk menyebutkan pemrograman yang menggunakan interpreter sebagai eksekutornya. Pada sistem Linux skripting ini dijalankan menggunakan shell. Shell adalah program khusus yang dapat digunakan untuk berinteraksi dengan kernel
dari sistem operasi. Shell adalah interpreter yang memiliki antarmuka dalam bentuk teks. Selain melalui skripting perintah-perintah dalam shell juga dapat langsung dijalankan melalui aplikasi terminal.

 

Melalui shell berbagai operasi dapat dilakukan diantaranya adalah operasi file, operasi proses dan eksekusi program. Shell memiliki banyak perintah yang dapat digunakan untuk menjalankan operasi-operasi tersebut. Gabungan perintah tersebut dalam satu file akan
membentuk satu file yang disebut skrip shell. Semua perintah yang dijalankan pada terminal dapat disimpan pada file skrip ini.

Download Materi-Skripting

Menganalisis proses service dan event sistem operasi jaringan

Materi 1 Analisis Proses

Setelah mengikuti kegiatan belajar ini siswa diharapkan dapat :
1) Mengetahui proses-proses pada sistem operasi
2) Memahami penerapan perintah pengolahan proses pada sistem operasi

ANALISIS PROSES
Proses merupakan konsep utama dalam sistem operasi. Konsep ini pertama kali diterapkan pada sistem operasi Multics tahun 60-an. Hampir semua tahapan bagian dalam pengembangan sistem operasi akan selalu berhubungan dengan proses.

 

Terdapat beragam definisi proses. Salah satunya adalah program yang sedang dieksekusi. Proses merupakan unit kerja terkecil yang secara individu memiliki sumber daya dan eksekusinya dikendalikan (dijadwalkan) oleh sistem operasi. Sistem operasi memiliki tugas
mengelola semua proses yang berjalan dan mengalokasikan sumber daya ke proses-proses tersebut sesuai aturan (kebijaksanaan) tertentu demi mencapai tujuan baik oleh sistem maupun oleh user.

 

Selain memiliki definisi diatas, definisi lainnya juga adalah kumpulan perintah yang akan dijalankan oleh sistem operasi. Sebagaimana
diketahui bahwa sebuah program dikembangkan menggunakan bahasa pemrograman tertentu yang isinya adalah kumpulan perintah yang dirangkai sedemikian rupa untuk menyelesaikan suatu tujuan tertentu. Terdapat beberapa istilah yang berkaitan dengan proses, yakni multiprogramming (multitasking), multiprocessing, dan distributed processing/computing.

 

MULTIPROGRAMMING (MULTITASKING)
Ini merupakan istilah yang digunakan untuk menyebutkan kemampuan suatu prosesor dalam menjalankan lebih dari proses. Saat ini hampir semua sistem operasi yang ada telah menerapkan konsep multitasking ini. Ciri dari sistem ini bisa dibaca dari seri prosesornya yang hanya memiliki satu pemroses (single core).

 

Setiap proses (program) yang dijalankan dapat bersifat:
– Independen, tidak saling bergantung antara satu proses dengan lainnya.
– Setiap perintah dari masing-masing proses tersebut dijalankan secara bergantian oleh sistem operasi, atau dengan kata lain sistem operasi hanya dapat menjalankan satu perintah (proses) dalam satu waktu. Pengalihan dari satu proses ke proses lainnya dilakukan dengan menggunakan aturan tertentu dan terjadi sangat cepat. Pengalihan yang sangat cepat inilah yang menimbulkan efek pararel semu (pseudoparalleism), yang dilihat oleh user sebagai kemampuan sistem menjalankan banyak proses pada waktu bersamaan.

 

MULTIPROCESSING
Istilah ini digunakan untuk menunjuk kemampuan sistem operasi menjalankan banyak proses pada banyak pemroses. Konsep yang sebelumnya hanya diterapkan untuk sistem besar (server mainframe) ini sekarang juga sudah banyak disediakan oleh komputer untuk umum. Sistem operasi Windows mulai dari Windows NT, UNIX/Linux dan turunannya telah mendukung sistem multiprocessing ini.

 

DISTRIBUTED PROCESSING
Ini merupakan istilah untuk menunjuk kemampuan sistem operasi dalam menjalankan banyak proses pada banyak sistem komputer yang tersebar (terdistribusi) dalam jaringan. Dengan semakin banyaknya data yang diolah saat ini, karena pengguna komputer yang selalu bertambah, memungkinkan sistem ini untuk menjadi tren model komputasi pada masa mendatang. Sistem operasi terdistribusi yang ada saat ini diantaranya adalah AMOEBA dan MACH.

Download Materi-Analisis-Proses

 

Materi 2 Analisis Layanan

Setelah mengikuti kegiatan belajar ini siswa diharapkan dapat :
1) Mengetahui layanan pada sistem operasi
2) Memahami penerapan Analisis layanan pada sistem operasi

ANALISIS LAYANAN
Layanan pada sistem operasi Linux lebih dikenal dengan nama daemon. Layanan ini dikembangkan untuk memungkinkan sebuah proses berjalan pada latar tanpa perlu interaksi secara langsung dengan user. Kebanyakan daemon dijalankan oleh sistem pada saat awal sistem aktif (startup). Contoh aplikasi Linux yang termasuk ke dalam kategori layanan ini adalah Apache HTTP Server, NGINX HTTP Server, MySQL Database Server, dan Open SSH Server. Layanan merupakan aplikasi yang berbeda dengan aplikasi user. Keberadaannya mampu mendukung sistem agar dapat menjalankan banyak proses dalam satu waktu (multitasking).

 

Setiap aplikasi layanan yang ada dijalankan pada saat startup di Linux ditempatkan pada direktori /etc/rc*.d/, dimana * digunakan untuk menunjuk ke runlevel yang telah ditentukan pada saat proses init sistem. Skrip untuk mengubah status dari suatu layanan secara umum
ditempatkan di direktori /etc/init.d/. Pengubahan status dari suatu layanan dapat berupa aktivasi dan deaktivasi layanan tersebut. Perintah pengubahan statusnya diberikan berikut ini, yang hanya dapat dijalankan oleh user root.

/etc/init.d/skrip-daemon perintah

 

Perintah disini dapat berisikan:
– start: mulai menjalankan layanan
– stop: menghentikan layanan
– restart: menghentikan dan menjalankan kembali layanan
– reload: membaca kembali data dan aplikasi layanan
– status: menampilkan status terakhir dari layanan

Download Materi-Analisis-Layanan

 

Materi 3 Analisa Event

Setelah mengikuti kegiatan belajar ini siswa diharapkan dapat :
1) Mengetahui analisa event pada sistem operasi jaringan
2) Memahami penerapan analisa event pada sistem operasi jaringan

ANALISA EVENT
Event secara umum dapat diartikan sebagai suatu kejadian atau kegiatan. Dalam kaitannya dengan sistem operasi, maka event adalah suatu kejadian/kegiatan yang dilakukan oleh aplikasi ataupun kernel. Dalam sistem operasi ada yang namanya sistem event. Sistem event ini adalah sistem yang mengelola berbagai event yang terjadi selama sistem operasi berjalan. Pada sistem Linux setiap event yang diterima oleh sistem event akan disimpan dalam file log. Sistem event di Linux dikelola oleh layanan rsyslogd (syslog).

Sebagian besar kerja syslog adalah mencatat setiap event yang terjadi. Setiap event akan disimpan pada file log-nya sendiri-sendiri. Setiap file log dinyatakan sebagai fasilitas oleh syslog. Berikut merupakan beberapa fasilitas yang disediakan oleh syslog.
– auth dan authpriv: log untuk autentikasi
– cron: log untuk penjadwalan tugas (cron dan atd)
– daemon: log untuk layanan umum (DNS, NTP, dan lainnya)
– ftp: log untuk server FTP
– kern: log untuk kernel
– lpr: log untuk pencetakan (printing)
– mail: log untuk email
– syslog: log dari layanan syslog sendiri
– user: log dari user (umum)

 

Setiap event yang dicatat oleh syslog juga diidentifikasi level prioritasnya. Berikut ini adalah daftar prioritasnya dimulai dari yang paling tinggi.
– emerg: sebagai penanda kejadian yang perlu penanganan darurat.
– alert: untuk kejadian yang perlu ditangani segera tidak boleh ditunda.
– crit: untuk menyatakan kejadian kritis.
– err: untuk menandakan kejadian error.
– warn: kejadian tersebut berpotensi menyebabkan error.
– notice: informasi ini penting untuk diperhatikan.
– info: informasi umum dari aplikasi.
– debug: pesan debugging dari aplikasi.

 

Konfigurasi syslog disimpan pada file /etc/rsyslog.conf. File konfigurasi ini berisikan pengaturan fasilitas apa saja yang akan di log termasuk pilihan prioritasnya dan juga format log-nya. Gambar dibawah ini menunjukkan contoh isi dari file ini.

Download Materi-Analisa-Event

 

 

Memahami administrasi sistem operasi jaringan

Materi 1 Admin GUI

Setelah mengikuti kegiatan belajar ini siswa diharapkan dapat :
1) Mengetahui posisi klien dalam jaringan
2) Memahami penerapan konfigurasi klien dalam jaringan

Poin-poin pembelajaran kali ini diberikan dalam peta pikiran berikut.

KOMPUTER KLIEN
Komputer klien merupakan komputer yang berperan sebagai pengakses berbagai layanan yang ada dalam jaringan. Layanan tersebut diberikan oleh komputer atau sumber daya lain yang bertindak sebagai server dalam jaringan. Jadi, secara umum klien adalah pengguna layanan, sedangkan server adalah penyedia layanan. Layanan disini bisa berupa, layanan akses internet, akses file atau lainnya.

 

Agar dapat menggunakan layanan yang tersedia komputer klien harus terhubung ke jaringan. Terdapat tiga cara koneksi yang dapat dilakukan untuk terhubung ke jaringan, yakni melalui kabel (wired connection), tanpa kabel (wireless/Wi-Fi connection), dan koneksi dial-up. Koneksi kabel yang dimaksud disini adalah ketika komputer terhubung ke jaringan menggunakan kabel ethernet. Kabel ini menghubungkan jack RJ-45 (dari kartu jaringan kabel [LAN Card]) yang ada di komputer ke perangkat switch atau router yang ada di jaringan.

 

Koneksi tanpa kabel adalah jenis koneksi yang memanfaatkan perangkat antena radio (dari kartu wireless lan) dalam komputer untuk terhubung ke perangkat jaringan, seperti switch atau router dengan kemampuan wireless. Saat ini fasilitas kartu jaringan wireless lebih banyak disematkan pada perangkat komputer klien yang bersifat bergerak (mobile/portable) seperti laptop, tablet ataupun smartphone dan tidak lagi mengandung LAN Card karena lebih mudah melakukan perpindahan lokasi tanpa perlu membawa kabel tambahan.

 

Koneksi dialup memanfaatkan perangkat modem internal (bawaan komputer) ataupun eksternal, seperti modem USB, untuk terhubung ke jaringan, khususnya internet. Koneksi jenis ini memanfaatkan jaringan telepon untuk dapat terhubung ke internet.

 

Komputer klien untuk dapat terhubung ke jaringan harus memiliki alamat. Alamat ini dinyatakan dalam protokol IP. Terdapat dua mekanisme yang dapat digunakan untuk memberikan IP pada komputer.
– Secara otomatis, dengan menggunakan layanan penyewaan IP dari server DHCP.
– Secara manual, dengan menentukan sendiri alamat IP yang sesuai dengan jaringan yang ingin dimasuki.

 

Selain memberikan alamat IP, konfigurasi lain yang juga perlu dilakukan adalah penentuan alamat server DNS dan server proxy apabila ingin mengakses internet. Alamat server DNS dan server proxy ini dapat diketahui dengan menghubungi administrator jaringan yang ada di lokasi masing-masing. Apabila di dalam jaringan komputer sudah terdapat layanan penyewaan IP (server DHCP) maka hal ini biasanya tidak lagi perlu dilakukan, karena setiap kali menyewa IP akan diberikan juga alamat DNS dan proxy-nya.

 

PENGALAMATAN KOMPUTER
Pengaturan alamat IP pada Gnome dapat dilakukan melalui aplikasi Network Manager pada Menu bar ataupun konfigurasi jaringan pada aplikasi Tatanan Sistem (System Settings).

Download Materi-admin-GUI

 

Materi 2 Sistem FIle

Setelah mengikuti kegiatan belajar ini siswa diharapkan dapat :
1) Mengetahui sistem file pada media penyimpan di komputer
2) Memahami penerapan sistem file pada pengolahan file di komputer

 

SISTEM FILE
Secara definisi sistem file memiliki dua pengertian umum saat ini, yang pertama sistem file sebagai sistem hirarki file pada komputer. Hirarki ini mengatur struktur file-file dan direktori- direktori pada media penyimpan. Sistem Linux memiliki struktur direktori menyerupai pohon,dengan root (/) sebagai yang utama (akarnya) dilanjutkan dengan file, direktori dan subdirektori dibawahnya.

 

Pengertian yang kedua, sistem file dapat juga diartikan sebagai sistem penyimpanan file pada media penyimpan. Ini mengatur tentang pemformatan media penyimpan / partisi, sehingga dapat digunakan untuk menyimpan file. Bahasan lebih lanjut tentang materi ini dapat dlihat pada materi tentang Format Harddisk.

Jadi pengertian pertama lebih menekankan pada hirarki file sedangkan yang kedua pada jenisnya. Pada pertemuan kali ini pembahasan akan difokuskan pada sistem file sebagai hirarki file pada komputer. Di Linux sistem path dinyatakan dengan menggunakan tanda / sebagai pemisah antar folder atau file. Contoh: /etc/bind/named.conf. Jadi, simbol / selain digunakan untuk menunjuk direktori tertinggi (root) juga dapat digunakan sebagai pemisah antara hirarki file di Linux.

 

Linux memiliki aturan sendiri dalam menentukan hirarki direktori yang ada dan telah diatur dalam Filesystem Hierarchy Standard (FHS) yang standarisasinya saat ini dikelola oleh Linux Foundation. FHS ini sekarang telah sampai versi 2.3 yang dirilis tahun 2004 lalu. Dalam
dokumen FHS ini telah ditetapkan direktori-direktori yang ada di sistem UNIX dan turunannya. Berikut ini merupakan tabel direktori-direktori yang telah distandarkan untuk digunakan secara bersama-sama.

Download Materi-Sistem-file

 

Materi 3 Administrasi Mode Text

Setelah mengikuti kegiatan belajar ini siswa diharapkan dapat :
1) Mengetahui mode teks pada sistem operasi
2) Memahami penggunaan mode teks pada berbagai operasi

MODE TEKS SISTEM OPERASI
Pada sistem Linux terdapat lebih dari beberapa jenis mode teks, yakni mode teks dari aplikasi terminal ataupun dari aplikasi init. Init merupakan aplikasi utama pada sistem Linux untuk menjalankan berbagai proses yang ada pada saat komputer pertama kali dihidupkan. Untuk bisa memahami lebih jauh tentang bagaimana komputer dihidupkan oleh Linux berikut ini diberikan tahapan-tahapan yang terjadi:
– Fase BIOS
– Fase Boot Loader.
– Fase Kernel
– Fase Inisialisasi Servis

 

FASE BIOS
Pada tahap ini komputer, dalam hal ini CPU, akan menjalankan program yang ada di BIOS terlebih dahulu. Program BIOS ini umumnya tersimpan pada ROM dari komputer. Pada tahap ini BIOS akan melakukan inisialisasi terhadap berbagai perangkat keras yang diperlukan untuk menjalankan sistem operasi. Apabila proses ini berhasil dilalui, BIOS akan mengeksekusi program boot loader.

 

FASE BOOT LOADER
BIOS akan mencari program boot loader yang tersimpan pada hard disk, baik di MBR ataupun pada partisi lainnya yang mengandung program boot loader. Selain itu BIOS juga akan mencari program boot loader pada media lainnya seperti USB flash drive, CD ROM, ataupun media lainnya sesuai konfigurasi urutan booting di BIOS. Setelah mengeksekusi boot loader, tugas selanjutnya diserahkan kepada boot loader untuk mencari dan mengeksekusi program kernel sistem operasi.

 

FASE KERNEL
Kernel adalah program utama pada sistem operasi yang menyediakan user akses ke berbagai perangkat yang ada dan terhubung ke komputer. Pada fase ini kernel akan melakukan tugasnya berupa eksekusi program driver berbagai perangkat keras yang terhubung, dan terakhir mencari partisi root. Partisi root merupakan partisi utama pada sistem Linux.

Download Materi-Mode-Text-sistem-operasi

 

Materi 4 Konfigurasi Jaringan Melalui Mode Text

Setelah mengikuti kegiatan belajar ini siswa diharapkan dapat :
1) Mengetahui konfigurasi jaringan melalui mode teks sistem operasi
2) Memahami penerapan perintah konfigurasi jaringan sistem operasi melalui mode teks

 

KONFIGURASI JARINGAN KOMPUTER
Sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya mengenai konsep jaringan pada komputer diperlukan untuk dapat saling berkirim data antar komputer. Pengiriman ini dapat terjadi karena adanya alamat baik pada komputer sumber maupun tujuan data. Konfigurasi yang dapat dilakukan pada sistem Linux untuk dapat terhubung ke jaringan diantaranya adalah konfigurasi alamat IP dan konfigurasi alamat DNS termasuk Proxy. Pada sistem operas Linux setiap kartu jaringan yang terpasang dikomputer akan diberikan nama menggunakan format:

ethX atau wlanx

dimana eth menyatakan kartu jaringan kabel dan wlan untuk nirkabel, sedangkan X digunakan untuk menunjuk urutan kartu jaringan yang terpasang dimulai dari 0 untuk kartu jaringan pertama, 1 untuk yang kedua dan seterusnya. Nama ini dapat diketahui melalui perintah ifconfig untuk eth dan iwconfig untuk wlan yang dijalankan sebagai user root.

Download Materi-Konfigurasi-Jaringan-Mode-Text

 

Materi 5 Administrasi Sistem Jarak Jauh

Setelah mengikuti kegiatan belajar ini siswa diharapkan dapat :
1) Mengetahui administrasi sistem jarak jauh
2) Memahami penerapan aplikasi jarak jauh untuk administrasi sistem operasi

 

ADMINISTRASI JARAK JAUH
Bagi administrator jaringan administrasi jarak jauh merupakan hal yang umum dilakukan.Dengan ini seorang administrator tidak perlu berada pada lokasi server. Administrasi sistem Linux dapat bermacam-macam diantaranya adalah instalasi aplikasi, update sistem, dan
backup data. Di Linux terdapat banyak aplikasi yang memungkinkan user untuk mengakses komputer dari jarak jauh. SSH (Secure Shell) merupakan salah satu protokol akses jarak jauh yang banyak digunakan di Linux. Protokol ini digunakan karena memiliki fitur enkripsi data. Ini penting agar kecil kemungkinan dilakukannya penyadapan oleh pihak yang tidak bertanggungjawab.

 

OpenSSH merupakan salah satu aplikasi yang menerapkan protokol SSH ini. Melalui aplikasi ini akses ke komputer server dapat dilakukan dari komputer lain dalam mode teks. Aplikasi ini terdiri dari dua bagian, aplikasi server dan klien. Aplikasi server merupakan aplikasi yang memberikan akses terhadap terminal suatu sistem komputer kepada user dari komputer yang berbeda. Sedangkan aplikasi klien adalah aplikasi yang digunakan oleh user untuk mengakses terminal jarak jauh ini (server SSH). Secara default aplikasi ini belum terinstal.

 

Selain dapat digunakan untuk mengakses terminal dari jarak jauh. Protokol SSH ini juga dapat digunakan untuk berkirim file. Sebagai aplikasi kliennya adalah:
– ssh, program yang dijalankan melalui terminal di Linux
– putty, program klien SSH yang dapat dijalankan di command prompt dan juga memiliki tampilan GUI.
– Aplikasi manajemen file yang telah menyertakan protokol SSH untuk dapat mengakses server SSH, seperti Files, Dolphin dan Nautilus di Linux dan WInSCP di Windows.

Download Materi-Administrasi-sistem-jarak-jauh

Instalasi Sistem Operasi Jaringan

Tujuan Pembelajaran

Setelah mengikuti kegiatan belajar ini siswa diharapkan dapat :
1) Mengetahui tahapan instalasi sistem operasi jaringan
2) Memahami proses intalasi sistem operasi jaringan

Poin-poin pembelajaran kali ini diberikan dalam peta pikiran berikut.

Instalasi merupakan hal yang paling awal dilakukan sebelum membangun server. Instalasi ini mencakup dua hal, instalasi perangkat keras dan perangkat lunak. Sebagai server yang akan melayani komunikasi antar jaringan, maka sebuah server minimal harus memiliki 2 kartu jaringan. Satu untuk jaringan internal dan lainnya untuk jaringan eksternal. Persyaratan lainnya dalam instalasi server mengikuti syarat umum instalasi Sistem Operasi, seperti:
– Jumlah RAM yang diperlukan
– Besar ruang harddisk yang akan digunakan
– Tipe dan kecepatan prosesor
– Resolusi video / layar (diperlukan untuk sistem operasi GUI)

 

Informasi ini biasanya telah disediakan oleh perusahaan penyedia sistem operasi yang bersangkutan. Misal, untuk Sistem Operasi Debian Wheezy dengan Desktop memerlukan syarat perangkat komputer seperti berikut ini.
– Prosesor minimal Pentium IV 1 GHz
– RAM minimal 128 MB (Disarankan 512 MB)
– Harddisk minimal 5 GB

 

METODE INSTALASI SISTEM OPERASI
Sistem operasi diinstall ke dalam bagian tertentu dari harddisk. Lokasi tertentu ini biasa dikenal dengan istilah partisi disk. Terdapat sejumlah metode yang dapat digunakan untuk menginstall sistem operasi. Penentuan metode ini dapat didasarkan pada kondisi hardware, persyaratan sistem operasinya sendiri dan kebutuhan user. Berikut ini merupakan empat pilihan jenis instalasi sistem operasi:

 

Instalasi Baru
Opsi ini dapat digunakan apabila jaringan yang akan dibangun adalah jaringan baru, ataupun adanya penambahan perangkat server baru yang tidak mendukung sistem operasi jaringan yang ada saat ini. Jika memilih opsi ini maka semua data pada partisi
terpilih akan dihapus. Apabila ada aplikasi yang sudah terinstal sebelumnya pada sistem operasi lama, maka nanti perlu diinstal kembali.

 

Upgrade
Opsi ini banyak digunakan pada sistem-sistem jaringan yang sudah berjalan. Opsi ini dilakukan biasanya karena adanya perbaikan fitur yang ada pada sistem operasi yang digunakan, termasuk juga karena fitur baru yang memang diperlukan. Dengan memilih opsi ini aplikasi yang sudah terinstal sebelumnya kemungkinan akan tetap dapat digunakan setelah upgrade. Opsi upgrade ini hanya akan mengganti file-file sistem operasi sebelumnya dengan yang baru.

 

Multi-boot
Apabila disyaratkan untuk ada lebih dari satu sistem operasi dalam satu komputer, maka opsi ini dapat dipilih untuk memungkinkan penggunaan lebih dari satu sistem operasi. Nantinya, setiap sistem operasi akan ditempatkan pada partisinya masing-masing. Oleh karena itu, perlu ada persiapan partisi sebelum melakukan instalasi multi-boot ini.

 

Virtualisasi
Virtualisasi ini merupakan teknik yang memungkinkan instalasi sistem operasi dilakukan diatas sistem operasi yang ada saat ini. Tidak dalam partisi tertentu namun dalam suatu file tertentu. File ini merupakan perwakilan dari suatu sistem komputer virtual. Satu komputer dapat memiliki lebih dari satu komputer virtual. Oleh karena itu, instalasi lebih dari satu sistem operasi juga dimungkinkan dengan teknik ini. Beberapa aplikasi yang memungkinkan untuk membuat sistem virtual ini adalah VirtualBox, VMWare, dan Virtual PC.

 

Sebelum melakukan instalasi sistem operasi ada beberapa hal yang perlu diperhatikan,yakni:
– Struktur partisi yang akan digunakan
Salah satu teknik yang digunakan untuk mengamankan data yang ada di komputer adalah dengan membuat partisi yang berbeda untuk sistem dan data. Dengan adanya pemisahan ini akan memungkinkan nantinya sistem tersebut di-upgrade tanpa mempengaruhi datanya. Pembagian ini juga dapat membantu dalam proses backup dan restore.

– Penentuan jenis sistem file
Sistem file merupakan sistem manajemen file yang diterapkan sistem operasi untuk mengelola file-file yang tersimpan di harddisk. Ada banyak sistem file yang telah dikembangkan saat ini. Beberapa yang sering digunakan adalah FAT16/32, NTFS, HPFS, ext2, ext3, ext4. Setiap sistem operasi dapat memiliki lebih dari satu sistem file. Seperti Linux Ubuntu yang dapat mengelola hampir semua sistem file yang ada saat ini. Setiap sistem file yang dipilih memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing.

 

Download Materi-instalasi-OS-GUI

Download Materi-instalasi-OS-TEXT