Menganalisis proses service dan event sistem operasi jaringan

Materi 1 Analisis Proses

Setelah mengikuti kegiatan belajar ini siswa diharapkan dapat :
1) Mengetahui proses-proses pada sistem operasi
2) Memahami penerapan perintah pengolahan proses pada sistem operasi

ANALISIS PROSES
Proses merupakan konsep utama dalam sistem operasi. Konsep ini pertama kali diterapkan pada sistem operasi Multics tahun 60-an. Hampir semua tahapan bagian dalam pengembangan sistem operasi akan selalu berhubungan dengan proses.

 

Terdapat beragam definisi proses. Salah satunya adalah program yang sedang dieksekusi. Proses merupakan unit kerja terkecil yang secara individu memiliki sumber daya dan eksekusinya dikendalikan (dijadwalkan) oleh sistem operasi. Sistem operasi memiliki tugas
mengelola semua proses yang berjalan dan mengalokasikan sumber daya ke proses-proses tersebut sesuai aturan (kebijaksanaan) tertentu demi mencapai tujuan baik oleh sistem maupun oleh user.

 

Selain memiliki definisi diatas, definisi lainnya juga adalah kumpulan perintah yang akan dijalankan oleh sistem operasi. Sebagaimana
diketahui bahwa sebuah program dikembangkan menggunakan bahasa pemrograman tertentu yang isinya adalah kumpulan perintah yang dirangkai sedemikian rupa untuk menyelesaikan suatu tujuan tertentu. Terdapat beberapa istilah yang berkaitan dengan proses, yakni multiprogramming (multitasking), multiprocessing, dan distributed processing/computing.

 

MULTIPROGRAMMING (MULTITASKING)
Ini merupakan istilah yang digunakan untuk menyebutkan kemampuan suatu prosesor dalam menjalankan lebih dari proses. Saat ini hampir semua sistem operasi yang ada telah menerapkan konsep multitasking ini. Ciri dari sistem ini bisa dibaca dari seri prosesornya yang hanya memiliki satu pemroses (single core).

 

Setiap proses (program) yang dijalankan dapat bersifat:
– Independen, tidak saling bergantung antara satu proses dengan lainnya.
– Setiap perintah dari masing-masing proses tersebut dijalankan secara bergantian oleh sistem operasi, atau dengan kata lain sistem operasi hanya dapat menjalankan satu perintah (proses) dalam satu waktu. Pengalihan dari satu proses ke proses lainnya dilakukan dengan menggunakan aturan tertentu dan terjadi sangat cepat. Pengalihan yang sangat cepat inilah yang menimbulkan efek pararel semu (pseudoparalleism), yang dilihat oleh user sebagai kemampuan sistem menjalankan banyak proses pada waktu bersamaan.

 

MULTIPROCESSING
Istilah ini digunakan untuk menunjuk kemampuan sistem operasi menjalankan banyak proses pada banyak pemroses. Konsep yang sebelumnya hanya diterapkan untuk sistem besar (server mainframe) ini sekarang juga sudah banyak disediakan oleh komputer untuk umum. Sistem operasi Windows mulai dari Windows NT, UNIX/Linux dan turunannya telah mendukung sistem multiprocessing ini.

 

DISTRIBUTED PROCESSING
Ini merupakan istilah untuk menunjuk kemampuan sistem operasi dalam menjalankan banyak proses pada banyak sistem komputer yang tersebar (terdistribusi) dalam jaringan. Dengan semakin banyaknya data yang diolah saat ini, karena pengguna komputer yang selalu bertambah, memungkinkan sistem ini untuk menjadi tren model komputasi pada masa mendatang. Sistem operasi terdistribusi yang ada saat ini diantaranya adalah AMOEBA dan MACH.

Download Materi-Analisis-Proses

 

Materi 2 Analisis Layanan

Setelah mengikuti kegiatan belajar ini siswa diharapkan dapat :
1) Mengetahui layanan pada sistem operasi
2) Memahami penerapan Analisis layanan pada sistem operasi

ANALISIS LAYANAN
Layanan pada sistem operasi Linux lebih dikenal dengan nama daemon. Layanan ini dikembangkan untuk memungkinkan sebuah proses berjalan pada latar tanpa perlu interaksi secara langsung dengan user. Kebanyakan daemon dijalankan oleh sistem pada saat awal sistem aktif (startup). Contoh aplikasi Linux yang termasuk ke dalam kategori layanan ini adalah Apache HTTP Server, NGINX HTTP Server, MySQL Database Server, dan Open SSH Server. Layanan merupakan aplikasi yang berbeda dengan aplikasi user. Keberadaannya mampu mendukung sistem agar dapat menjalankan banyak proses dalam satu waktu (multitasking).

 

Setiap aplikasi layanan yang ada dijalankan pada saat startup di Linux ditempatkan pada direktori /etc/rc*.d/, dimana * digunakan untuk menunjuk ke runlevel yang telah ditentukan pada saat proses init sistem. Skrip untuk mengubah status dari suatu layanan secara umum
ditempatkan di direktori /etc/init.d/. Pengubahan status dari suatu layanan dapat berupa aktivasi dan deaktivasi layanan tersebut. Perintah pengubahan statusnya diberikan berikut ini, yang hanya dapat dijalankan oleh user root.

/etc/init.d/skrip-daemon perintah

 

Perintah disini dapat berisikan:
– start: mulai menjalankan layanan
– stop: menghentikan layanan
– restart: menghentikan dan menjalankan kembali layanan
– reload: membaca kembali data dan aplikasi layanan
– status: menampilkan status terakhir dari layanan

Download Materi-Analisis-Layanan

 

Materi 3 Analisa Event

Setelah mengikuti kegiatan belajar ini siswa diharapkan dapat :
1) Mengetahui analisa event pada sistem operasi jaringan
2) Memahami penerapan analisa event pada sistem operasi jaringan

ANALISA EVENT
Event secara umum dapat diartikan sebagai suatu kejadian atau kegiatan. Dalam kaitannya dengan sistem operasi, maka event adalah suatu kejadian/kegiatan yang dilakukan oleh aplikasi ataupun kernel. Dalam sistem operasi ada yang namanya sistem event. Sistem event ini adalah sistem yang mengelola berbagai event yang terjadi selama sistem operasi berjalan. Pada sistem Linux setiap event yang diterima oleh sistem event akan disimpan dalam file log. Sistem event di Linux dikelola oleh layanan rsyslogd (syslog).

Sebagian besar kerja syslog adalah mencatat setiap event yang terjadi. Setiap event akan disimpan pada file log-nya sendiri-sendiri. Setiap file log dinyatakan sebagai fasilitas oleh syslog. Berikut merupakan beberapa fasilitas yang disediakan oleh syslog.
– auth dan authpriv: log untuk autentikasi
– cron: log untuk penjadwalan tugas (cron dan atd)
– daemon: log untuk layanan umum (DNS, NTP, dan lainnya)
– ftp: log untuk server FTP
– kern: log untuk kernel
– lpr: log untuk pencetakan (printing)
– mail: log untuk email
– syslog: log dari layanan syslog sendiri
– user: log dari user (umum)

 

Setiap event yang dicatat oleh syslog juga diidentifikasi level prioritasnya. Berikut ini adalah daftar prioritasnya dimulai dari yang paling tinggi.
– emerg: sebagai penanda kejadian yang perlu penanganan darurat.
– alert: untuk kejadian yang perlu ditangani segera tidak boleh ditunda.
– crit: untuk menyatakan kejadian kritis.
– err: untuk menandakan kejadian error.
– warn: kejadian tersebut berpotensi menyebabkan error.
– notice: informasi ini penting untuk diperhatikan.
– info: informasi umum dari aplikasi.
– debug: pesan debugging dari aplikasi.

 

Konfigurasi syslog disimpan pada file /etc/rsyslog.conf. File konfigurasi ini berisikan pengaturan fasilitas apa saja yang akan di log termasuk pilihan prioritasnya dan juga format log-nya. Gambar dibawah ini menunjukkan contoh isi dari file ini.

Download Materi-Analisa-Event