Author: Agung Wibowo

Analisis Kebutuhan Perangkat Server

Tujuan Pembelajaran

Setelah mengikuti kegiatan belajar ini siswa diharapkan dapat :
1) Mengidentifikasi perangkat lunak dari sistem operasi jaringan yang sesuai dengan kebutuhan user
2) Menentukan kebutuhan perangkat lunak dan kecocokannya dengan sistem operasi yang dipilih

Poin-poin pembelajaran kali ini diberikan dalam peta pikiran berikut.

ANALISA KEBUTUHAN PERANGKAT LUNAK SERVER
Kebutuhan dalam kaitannya dengan pengembangan komputer server merupakan sebuah kondisi atau kemampuan yang diharapkan ada pada komputer server dan diinginkan oleh user. Komputer server dalam hal ini merupakan perangkat yang didalamnya terinstal sistem operasi jaringan, yang sengaja dibangun untuk melayani berbagai komunikasi data dari user (klien). Komputer klien umumnya adalah komputer dengan sistem operasi klien baik desktop ataupun mobile.

 

Analisa perlu dilakukan untuk mengetahui server seperti apa yang akan dibangun. Penentuan kebutuhan akan sistem operasi jaringan dapat diketahui dengan memahami user yang akan menggunakan sistem tersebut. Sistem yang dipilih diharapkan merupakan sistem yang mampu menjalankan semua kebutuhan aplikasi yang diinginkan oleh user, termasuk didalamnya perangkat keras yang mendukung untuk menjalankan hal tersebut. Kecocokan perangkat keras dan perangkat lunak yang ada dalam sistem komputer ini biasa dikenal dengan istilah kompatibilitas.

IDENTIFIKASI KEBUTUHAN APLIKASI

Sistem operasi yang dipilih nantinya haruslah sistem operasi yang kompatibel dengan berbagai aplikasi yang ada didalamnya. Ini dapat dilakukan melalui identifikasi berbagai kebutuhan aplikasi dari user. Jika akan digunakan dalam jaringan, identifikasi juga kompatibilitasnya dengan sistem operasi lainnya. Kompatibilitas ini dapat diketahui melalui tipe jaringan yang digunakan. Jaringan Linux mampu menghubungkan berbagai distro linux termasuk juga dari berbagai versi dari sistem operasi Windows dan Mac Os.

 

Berikut merupakan panduan yang dapat digunakan untuk menentukan sistem operasi terbaik untuk perangkat server sesuai kebutuhan user.
a. Apakah ada kebutuhan pengolahan data dengan aplikasi khusus? Bila ada maka penentuan sistem operasi dapat dilihat berdasarkan aplikasi khusus tersebut.
b. Apakah aplikasi-aplikasi tersebut mendukung lingkungan multi-user atau user tunggal? Ini dapat menentukan apakah akan diinstall di komputer server atau client. Selain itu ini dapat digunakan untuk menentukan bagian mana dari pengolahan data nanti yang bisa disimpan di server.
c. Apakah ada data (file) yang dibagi dalam jaringan? Jika ada, maka sebaiknya menggunakan sistem operasi jaringan yang mampu menjaga kompatibilitas format data-nya.

Sebagai contoh, apabila dalam jaringan ada kegiatan berbagi dokumen teks seperti file berekstensi .doc, maka server dapat menyediakan aplikasi seperti LibreOffice atau WPS Office untuk dapat digunakan oleh user untuk membuka file tersebut termasuk juga
menyediakan layanannya seperti server FTP.

DOKUMENTASI SPESIFIKASI KEBUTUHAN
Hasil dari semua analisa kebutuhan selanjutnya dibuatkan dokumentasi yaitu dokumen spesifikasi kebutuhan perangkat lunak server. Dokumen ini hendaknya dibuat sejelas mungkin agar pada saat implementasi semua kebutuhan user dapat terpenuhi.

REVIEW (UJI) KEBUTUHAN
Langkah ini diperlukan untuk mendapatkan sinkronisasi akhir sebelum spesifikasi kebutuhan perangkat lunak benar-benar diterapkan pada server.

 

LAB PRAKTIKUM 1

Buatlah daftar aplikasi server dengan sistem Debian yang diperlukan untuk kebutuhan klien berikut.

Kebutuhan UserAplikasi Server
Akses InternetSQUID Proxy Server
Server untuk berbagi file dokumen
Akses domain lokal
Pengalamatan otomatis
Jejaring sosial
Pembelajaran online lokal
Komunikasi tekstual
Komunikasi audio video

 

Analisis Kebutuhan Perangkat Keras Server

Setelah mengikuti kegiatan belajar ini siswa diharapkan dapat :
1) Mengidentifikasi perangkat keras dari sistem operasi jaringan sesuai kebutuhanuser
2)Menentukan kebutuhan perangkat keras minimal dan kecocokannya dengan sistem operasi yang dipilih

Analisa ini merupakan kelanjutan dari analisa kebutuhan perangkat lunak dari server. Dari aplikasi-aplikasi yang berhasil diindentifikasi pada tahap analisa kebutuhan perangkat lunak sebelumnya akan dapat diketahui seberapa besar spesifikasi komputer server yang akan
digunakan. Ini mulai dari jumlah memori (RAM), media penyimpan (harddisk), kecepatan prosesor dan spesifikasi lainnya sesuai aplikasi server yang akan dijalankan.

 

Tahapan dalam menentukan kebutuhan perangkat keras ini tidak jauh berbeda dengan pada saat menentukan aplikasi server sebelumnya, yakni mulai dari identifikasi kebutuhan perangkat keras dari setiap aplikasi yang akan digunakan, dilanjutkan dengan membuat dokumentasi dan melakukan review (pengujian).

IDENTIFIKASI KEBUTUHAN PERANGKAT KERAS
Pada langkah ini setiap aplikasi server dianalisa seberapa besar kebutuhan minimal untuk dapat diinstal pada komputer server. Informasi ini biasanya diberikan oleh situs pengembang dari aplikasi yang bersangkutan. Semuanya didata kemudian diolah sedemikian rupa sehingga spesifikasi yang ditentukan mampu mencakup semua kebutuhan minimal yang ada.

LAB PRAKTIKUM 2

Carilah dan tentukan spesifikasi perangkat keras yang cocok untuk menjalankan semua layanan server yang telah ditentukkan pada tugas kegiatan belajar sebelumnya (kebutuhan akan komunikasi audio/video untuk saat ini dapat diabaikan). Spesifikasi yang diharapkan dapat berupa infomasi besarnya media penyimpan, memori, bandwidth, dan prosesor.

Kebutuhan UserKapasitas diskMemoriBandwidthProsesor
Akses Internet
Server untuk berbagi file dokumen
Akses domain lokal
Pengalamatan otomatis
Jejaring sosial
Pembelajaran online lokal
Komunikasi tekstual
Komunikasi audio video

 

Memahami jenis-jenis sistem operasi jaringan

Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti kegiatan belajar ini siswa diharapkan dapat :
1) Mengetahui sistem operasi jaringan kode tertutup dan terbuka
2) Memahami perbedaan sistem operasi jaringan kode tertutup dan terbuka
Poin-poin pembelajaran kali ini diberikan dalam peta pikiran berikut.

SISTEM OPERASI
Sistem operasi memiliki peranan penting saat ini dalam mendukung perkembangan teknologi informasi. Ini karena hampir semua aplikasi yang dikembangkan saat ini berjalan diatas diatas sistem operasi. Sistem operasi merupakan sebuah program yang mengendalikan semua fungsi yang ada pada komputer. Sistem operasi menjadi basis landasan pengembangan aplikasi untuk user. Secara umum semua sistem operasi memiliki empat fungsi berikut.

  1.  Pengendalian akses terhadap berbagai perangkat keras yang terhubung ke komputer (Manajemen perangkat keras)
  2.  Pengelolaan file dan folder (Manajemen file dan folder)
  3.  Penyediaan user interface sebagai jembatan antar user dengan perangkat keras komputer (Manajemen interaksi user)
  4.  Pengelolaan aplikasi user (Manajemen aplikasi)

Pengendalian Perangkat Keras

Akses terhadap berbagai perangkat keras yang terhubung pada komputer disediakan oleh sistem operasi melalui suatu aplikasi yang dikenal dengan istilah driver. Setiap driver dibuat untuk mengendalikan satu perangkat keras.

Instalasi aplikasi driver ini dilakukan sendiri sistem operasi pada saat instalasi ataupun waktu perangkat keras dihubungkan ke komputer. Mekanisme instalasi secara otomatis saat perangkat dihubungkan ini dikenal dengan istilah Plug and Play (PnP).

Pengelolaan File dan Folder
Hal ini dimungkinkan oleh sistem operasi karena pada saat instalasi sistem operasi ada proses format untuk harddisk. Melalui proses tersebut ruang harddisk akan ditata sedemikian rupa sehingga memiliki blok-blok tertentu untuk menyimpan file. Proses ini mirip seperti
penempatan rak-rak pada ruangan kosong untuk diisi buku-buku nantinya. Sebuah file adalah kumpulan blok yang saling terkait dan memiliki sebuah nama. Folder merupakan sebuah penampung yang dapat berisi file-file ataupun sub-folder lainnya. Setiap file-file yang
terkait dengan program komputer ditempatkan dalam folder tersendiri untuk memudahkan pencarian file.

Manajemen Interaksi
User dapat menggunakan komputer melalui aplikasi yang ada (terinstall) di komputer. Setiap aplikasi menyediakan interface untuk menerima interaksi yang mungkin dari user. Terdapat dua jenis interface yang dapat digunakan untuk berinteraksi dengan user, yakni:

– Command Line Interface (CLI) Interaksi user dengan sistem dilakukan dengan mengetikan serangkaian kalimat perintah untuk dikerjakan oleh komputer.

– Graphical User Interface (GUI)
Disini interaksi user dilakukan melalui sekumpulan menu dan icon yang dapat dipilih oleh user untuk memberikan berbagai perintah ke komputer.

Manajemen Aplikasi
Setiap aplikasi yang dijalankan oleh sistem operasi dengan mencari lokasi file program tersebut dan meindahkan isinya ke memori untuk kemudian mengirimkan setiap perintah pada file tersebut untuk dijalankan oleh komputer. Aplikasi user disini merupakan aplikasi yang digunakan oleh user untuk menyelesaikan suatu tujuan tertentu. Fungsi manajemen pada aplikasi user ini dapat meliputi:

– Install, proses menempatkan file-file program pada sistem komputer termasuk konfigurasi program tersebut.
– Uninstall, proses untuk menghapus file-file program beserta konfigurasi dari komputer.
– Update/Upgrade, proses untuk memperbarui file-file dari program yang telah terinstall.

 

Selain memiliki fungsi-fungi manajemen diatas, sistem operasi modern juga dapat memiliki kemampuan sebagai berikut:

– Multi-user – dua atau lebih user dapat bekerja sama untuk saling berbagi pakai penggunaan aplikasi dan sumber daya seperti printer pada waktu yang bersamaan.
– Multi-tasking – sistem operasi dapat menjalankan lebih dari satu aplikasi user.
– Multi-processing – sistem operasi dapat menggunakan lebih dari satu CPU (Central Processing Unit).
– Multi-threading – setiap program dapat dipecah ke dalam thread-thread untuk kemudian dapat dijalankan secara terpisah (pararel) oleh sistem operasi. Kemampuan ini juga termasuk bagian dari multitasking pada aplikasi.

 

Sistem Operasi 32-bit dan 64-bit
Terdapat dua perbedaan antara sistem operasi 32-bit dan 64-bit.

– Sistem operasi 32-bit hanya mampu menerima RAM maksimal 4 GB, sedangkan sistem operasi 64-bit mampu menggunakan lebih dari 128 GB RAM.
– Manajemen memori dari sistem 64-bit juga lebih baik, sehingga mampu menjalankan proses pada aplikasi lebih cepat.

Windows, Ubuntu dan OpenSuSE merupakan beberapa contoh sistem operasi yang mendukung arsitektur 32-bit.

Dilihat dari penggunaannya sistem operasi dapat dibedakan menjadi dua kelompok besar, yakni:
– Sistem operasi desktop, yang banyak digunakan di kantor-kantor, Small Office/Home Office (SOHO), dengan jumlah user yang sedikit.

– istem operasi jaringan, Network Operating System (NOS), didesain untuk dapat melayani user dalam jumlah besar untuk berbagai keperluan dan banyak digunakan pada perusahaan berskala besar.

 

SISTEM OPERASI DESKTOP
Sistem operasi desktop memiliki karakteristik sebagai berikut:
– Mendukung penggunaan oleh satu orang user
– Berbagi file dan folder dalam jaringan kecil dengan keamanan minimal
Saat ini di pasar, sistem operasi desktop yang paling banyak digunakan terbagi ke dalam tiga kelompok besar, yakni Microsoft Windows, Apple Mac Os, dan UNIX/Linux.

Microsoft Windows
Merupakan sistem operasi desktop proprietari yang dikembangkan oleh perusahaan Microsoft dengan pendirinya Bill Gates. Versi pertama sistem operasi ini adalah Windows 1.01 dirilis pada tahun 1985. Windows 8.1 adalah produk terbaru dari sistem operasi besutan Microsoft ini, yang dirilis oktober tahun 2013.

Apple Mac Os
Apple Mac Os sama dengan Microsoft Windows merupakan sistem operasi proprietari yang dikembangkan oleh Apple. Sistem ini didesin sebagai sistem operasi yang ramah terhadap pengguna (user-friendly). Versi terkini dari sistem ini merupakan pengembangan dari sistem operasi UNIX.

UNIX/Linux
UNIX, diperkenalkan akhir tahun 1960-an, merupakan salah satu sistem operasi tertua. Kode program dari sistem operasi ini dibuka sehingga dapat diadopsi oleh berbagai perusahaan. Dari UNIX inilah sekarang banyak lahir sistem operasi baru yang merupakan turunannya. Linux juga merupakan sistem operasi turunan UNIX yang sama-sama membuka kode programnya untuk umum. Linux dikembangkan pertama kali oleh Linus Torvalds dan versi 0.0.1 dirilis pada tahun 1991. Debian merupakan salah satu distribusi Linux yang dikembangkan oleh perusahaan komunitas Debian. Debian 7 Wheezy, merupakan versi teranyar dari sistem operasi Linux ini. Selain debian masih banyak lagi distro Linux lainnya seperti Fedora, Ubuntu, OpenSuSE, dan Slackware. Android sebagai sistem operasi mobile juga termasuk turunan dari sistem operasi Linux.

 

SISTEM OPERASI JARINGAN
Sistem operasi jaringan memiliki kakrakteristik sebagai berikut:
– Mendukung penggunaan oleh lebih dari satu user
– Menjalankan aplikasi yang mampu digunakan oleh lebih dari satu user
– Stabil (robust), dimana kecil kemungkinan untuk terdapat error pada program. Robustness adalah istilah untuk menunjukkan kemampuan suatu sistem komputer menangani masalah yang terjadi selama digunakan oleh user.
– Memiliki tingkat keamanan data yang lebih tinggi dari sistem operasi desktop.

Berikut ini adalah sistem operasi jaringan yang banyak digunakan saat ini.
-UNIX/Linux, ini merupakan sistem operasi yang paling banyak digunakan sebagai server saat ini, contoh sistem operasi jaringan dengan linux diantaranya adalah Red Hat, Caldera, SuSE, Debian, Fedora, Ubuntu dan Slackware.

– Novell Netware, di tahun 1980-an, ini merupakan sistem operasi pertama yang memenuhi semua persyaratan untuk membangun sebuah jaringan komputer lokal.
– Microsoft Windows, masih dari perusahaan yang sama, Microsoft juga mengeluarkan Windows Server sebagai sistem operasi jaringannya, mulai dari versi awalnya adalah Windows Server 2000, hingga yang terakhir Windows Server 2012.

 

Sistem Operasi Close Source (Proprietari) Sistem operasi proprietari merupakan sistem operasi yang dikembangkan secara internal oleh seseorang, perkumpulan ataupun perusahaan. Sistem operasi yang tergolong proprietari ini adalah Windows dan Mac Os.

 

Sistem Operasi Open Source (Terbuka) Sistem Operasi Terbuka merupakan sistem operasi yang kode programnya dibuka untuk umum sehingga dapat dikembangkan oleh yang lainnya. Sistem operasi yang termasuk terbuka adalah UNIX, Linux dan turunannya. Linux sendiri memiliki banyak varian, seperti Debian, Slackware, Redhat dan SuSE. Varian ini lebih dikenal dengan nama distro.

Sistem Operasi Jaringan 2

Sinopsis

Memahami jenis-jenis sistem operasi jaringan

Menyajikan jenis-jenis sistem operasi jaringan

Lihat-Materi-dan-lab

Menganalisis kebutuhan perangkat server

Menyajikan hasil analisis kebutuhan perangkat server

Lihat-Materi-dan-lab

Memahami cara instalasi sistem sistem operasi jaringan

Menyajikan hasil instalasi sistem operasi jaringan

Lihat-Materi-dan-lab

Memahami administrasi sistem operasi jaringan

Menyajikan hasil administrasi sistem operasi jaringan

Lihat-Materi-dan-lab

Menganalisis proses service dan event sistem operasi jaringan

Menyajikan hasil pengamatan proses service dan event sistem operasi jaringan

Lihat-Materi-dan-lab

Memahami cara penjadwalan proses

Menyajikan hasil penjadwalan proses

 Lihat-Materi-dan-lab

Memahami sistem backup dan recovery

Menyajikan hasil sistem backup dan recovery lokal

Memahami manajemen harddisk pada server

Menyajikan hasil manajemen harddisk pada server

 Memahami cara melakukan manajemen user dan group pada sistem operasi jaringan

 Menyajikan hasil manajemen user dan group pada sistem operasi jaringan

Memahami cara melakukan manajemen quota user, aplikasi serta kapasitas pada sistem operasi jaringan

Menyajikan hasil manajemen quota user, aplikasi serta kapasitas pada sistem operasi jaringan

Memahami troubleshooting pada sistem operasi jaringan

Menyajikan hasil troubleshooting pada sistem operasi jaringan

Memahami cara melakukan konfigurasi DNS Server

Menyajikan hasil konfigurasi DNS Server

Memahami cara melakukan konfigurasi DHCP Server

Menyajikan hasil konfigurasi DHCP server

 

Administrasi Server 3

Sinopsis

Memahami cara mengkonfigurasi Samba Server

Menyajikan hasil konfigurasi Samba Server

Lihat-Materi-dan-lab

Memahami cara mengkonfigurasi VPN Server

Menyajikan hasil konfigurasi VPN Server

Lihat-Materi-dan-lab

Memahami cara melakukan mengkonfigurasi multimedia streaming server

Menyajikan hasil konfigurasi multimedia streaming server

Memahami cara mengkonfigurasi securing Web / HTTP server

Menyajikan hasil konfigurasi securing Web / HTTP server

Memahami cara mengkonfigurasi securing FTP Server

Menyajikan hasil securing FTP Server

Memahami cara memonitoring dan kontrol kinerja server

Menyajikan hasil monitoring dan kontrol kinerja server

 

Jaringan Nirkabel Kelas XII

Sinopsis

Memahami gelombang radio sebagai media penyalur data

Menalar gelombang radio sebagai media penyalur data

Memahami jenis-jenis teknologi jaringan nirkabel

Menyajikan Jenis-jenis teknologi jaringan nirkabel

Lihat-Materi-dan-lab

Memahami karakteristik perangkat jaringan nirkabel

Menyajikan karakteristik perangkat jaringan nirkabel

Lihat-Materi-dan-lab

Menganalisis perancangan jaringan nirkabel

Menyajikan hasil analisis perancangan jaringan nirkabel

Menerapkan pemasangan perangkat jaringan nirkabel

Menyajikan hasil pemasangan perangkat jaringan nirkabel

Memahami cara manajemen traffic dan bandwidth pada jaringan

Menyajikan hasil konfigurasi traffic dan bandwidth manajemen pada jaringan

Memahami konfigurasi perangkat jaringan nirkabel

Menyajikan hasil konfigurasi perangkat jaringan nirkabel

Menerapkan sistem keamanan jaringan nirkabel

Menyajikan hasil pengujian sistem keamanan jaringan nirkabe

Memahami sistem distribusi nirkabel (wireless distribution system)

Menyajikan hasil sistem distribusi nirkabel (wireless distribution system)

Memahami perawatan dan perbaikan jaringan nirkabel

menyajikan hasil perawatan dan perbaikan jaringan nirkabel