Sejarah SMK Muhammadiyah 2 Metro

I. Awal Berdirinya dan Identitas Sekolah

SMK Muhammadiyah 2 Metro pada awalnya bernama STM Muhammadiyah Metro (tahun 1977). STM Muhammadiyah Metro merupakan filial (cabang) dari STM Muhammadiyah Bandar Lampung dan didirikan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan pendidikan kejuruan yang relevan dengan dunia kerja.

Perubahan nama dari STM Muhammadiyah Metro menjadi SMK Muhammadiyah 2 Metro terjadi sebagai tindak lanjut dari Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 036/0/1997 tentang penyeragaman nomenklatur sekolah kejuruan di Indonesia pada Tahun 1997. Regulasi tujuan perubahan adalah untuk menyatukan berbagai jenis sekolah kejuruan (STM, SMEA, SPMA, dan SMKK) di bawah satu nomenklatur, yaitu SMK (Sekolah Menengah Kejuruan).

II. Pendirian dan Tokoh Kunci

Sekolah ini didirikan pada tahun 1977 atas prakarsa tokoh-tokoh Muhammadiyah yang melihat perlunya lembaga pendidikan teknik di wilayah Metro dan sekitarnya.

Pendirian SMK Muhammadiyah 2 Metro dilatarbelakangi oleh analisis kebutuhan masyarakat dan dunia industri, serta adanya peluang kerja sama dengan Balai Latihan Kerja (BLK) Lampung Tengah.

Tokoh-tokoh yang berperan penting dalam pendirian sekolah ini antara lain:

  • Drs. Zaini Djas, sebagai tim pendiri, yang berkapasitas sebagai Ketua Majelis Dikdas Muhammadiyah Lampung Tengah.
  • Drs. Zaini Djas, yang ditunjuk sebagai Kepala Sekolah pertama (tahun 1977).
  • Sukamtono dan Drs Simin Efendi, M.M (guru STM Pertanian Metro), bersama Suwardi (Instruktur dari BLK).

Perizinan awal sekolah diperoleh dari Dinas Pendidikan Provinsi Lampung dan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Provinsi Lampung.

III. Operasional Awal dan Lokasi Sekolah

Pada tahun pertama beroperasi (1977), SMK Muhammadiyah 2 Metro memiliki 9 siswa dan 7 guru. Jurusan pertama yang dibuka adalah Teknik Permesinan. Kegiatan praktik dilakukan dengan meminjam peralatan dan tenaga pengajar dari BLK Lampung Tengah karena keterbatasan fasilitas.

Seiring perkembangan, SMK Muhammadiyah 2 Metro beberapa kali berpindah lokasi:

  • Lokasi pertama (1976–1986): di Kauman, menumpang di gedung SMP Muhammadiyah 2 Metro.
  • Lokasi kedua (1987–1994): di Jalan Khairbras, menjalankan sistem double shift (kegiatan belajar dilaksanakan pada sore hari), menggunakan gedung SMP dan SMA Muhammadiyah 1 Metro.
  • Lokasi ketiga (1995–sekarang): pindah ke gedung milik sendiri, menandai kemandirian sekolah secara fisik dan kelembagaan.

 

IV. Pembangunan Gedung dan Sumber Pendanaan

Pembangunan gedung pertama (yang saat ini digunakan sebagai lapangan upacara dan kantor utama) dilakukan secara swadaya dan bertahap, dengan sumber dana dari berbagai pihak:

  • Pinjaman lunak dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah, digunakan untuk pembangunan tiga ruang di lantai satu (Geduang B).
  • Swadaya masyarakat dan donatur lokal, untuk pembangunan lanjutan di lantai satu dan dua (Geduang B).
  • Sumbangan alumni STM Muhammadiyah yang bekerja di Jepang, untuk pembangunan lantai tiga (Gedung B).
  • Dana pengumpulan saldo dan SPP siswa, yang digunakan untuk penyelesaian tahap akhir.

Bantuan dari pemerintah juga menjadi salah satu pendukung untuk pembangunan dan pengembangan SMK Muhammadiyah 2 Metro setelah tahun 1998, antara lain:

  • Workshop Teknik Mesin bantuan dari Pemerintah Austria.
  • Ruang Kelas Baru (RKB) sebanyak 14 unit dari Departemen Pendidikan Nasional (Jakarta).
  • Workshop Otomotif dan Listrik dari Dana Alokasi Khusus (DAK).
  • Perpustakaan dan Aula, masing-masing dibangun dari dana DAK dan dana mandiri sekolah.
  • Gedung SMK PK (Pusat Keunggulan) untuk workshop konsentrasi keahlian Teknik Pemesina pada tahun 2021 dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).

V. Perkembangan Program Keahlian

Seiring waktu, sekolah terus menambah program keahlian (jurusan) untuk menyesuaikan kebutuhan industri dan masyarakat. Perkembangan program keahlian berdasarkan masa dan kepemimpinan:

1. Masa awal (1977)

  • Jurusan Teknik Permesinan (Mesin Produksi).

2. Masa Drs. Simin Efendi, M.M (1990-an)

  • Penambahan jurusan Agronomi, Otomotif, dan Teknik Kelistrikan.

3. Masa Hi. Muhsonif, S.P (2007)

  • Pembukaan Kompetensi Keahlian Teknik Kendaraan Ringan dan penguatan bengkel praktik (Tahun 2007)
  • Penambahan Kompetensi Keahlian Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ).

4. Masa Wihan Afriono, S.T., M.Pd (2019)

  • Penambahan Kompetensi Keahlian Akuntansi dan Keuangan Lembaga, Teknik dan Bisnis Sepeda Motor (TBSM), Teknik Bodi Otomotif (TBO), Teknik Pengelasan, Teknik Pendingin dan Tata Udara.

5. Masa Dr. Julitri Maria, M.Pd

  • SMK Pusat Keunggulan (PK) untuk Workshop Konsentrasi Keahlian Teknik Pemesinan Tahun 2021.
  • Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk Workshop Teknik Ketenagalistrikan Tahun 2022.

Evolusi Nomenklatur Keahlian SMK:

  • Rumpun → Jurusan

(Istilah nonresmi/praktik sekolah sebelum adanya Spektrum Nasional)

  • Bidang Keahlian → Program Keahlian → Kompetensi Keahlian

Resmi sejak Spektrum Nasional Keahlian 2016

(SK Dirjen Dikdasmen Nomor 4678/D/KEP/MK/2016)

  • Bidang Keahlian → Program Keahlian → Konsentrasi Keahlian

(Mulai Implementasi Kurikulum Merdeka tahun 2021, tetapi resmi ditetapkan tahun

2022 melalui Keputusan Kepala BSKAP Nomor 024/H/KR/2022.

 

VI. Tonggak Sejarah dan Prestasi Sekolah

Peningkatan kualitas sarana, prasarana, dan manajemen sekolah membawa SMK Muhammadiyah 2 Metro meraih sejumlah pencapaian penting:

  • Sekolah Standar Nasional (SSN) pada tahun 2009.
  • Sekolah Rujukan pada tahun 2012–2013, dengan jumlah siswa mencapai lebih dari 1000 orang.
  • Sekolah Pusat Keunggulan (PK) pada tahun 2021 di bawah kepemimpinan Dr. Julitri Maria, M.Pd.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top