Puasa merupakan ibadah yang memiliki kedudukan istimewa dalam Islam. Namun, mengapa puasa wajib justru ditetapkan pada bulan Ramadan, bukan pada bulan-bulan lain? Jawabannya terdapat dalam Al-Qur’an dan hadis Nabi Muhammad ﷺ, yang menjelaskan keistimewaan bulan tersebut.
1. Ramadan Bulan Diturunkannya Al-Qur’an
Allah Swt. secara tegas menyebutkan alasan pemilihan bulan Ramadan dalam firman-Nya:
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَىٰ وَالْفُرْقَانِ ۚ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ
“Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil). Karena itu, barang siapa di antara kamu hadir (di bulan itu), maka hendaklah ia berpuasa.”
(QS. Al-Baqarah: 185)
Ayat ini menunjukkan bahwa Ramadan dipilih karena kemuliaannya sebagai bulan turunnya Al-Qur’an. Puasa menjadi bentuk penghormatan dan pengagungan terhadap bulan yang penuh keberkahan tersebut.
2. Ketetapan Langsung dari Allah
Kewajiban puasa bukan hasil ijtihad manusia, melainkan perintah langsung dari Allah Swt.:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa…”
(QS. Al-Baqarah: 183)
Dalam ayat berikutnya (QS. Al-Baqarah: 185), Allah secara spesifik menentukan bulan Ramadan sebagai waktu pelaksanaannya. Artinya, pemilihan bulan ini adalah bagian dari hikmah dan ketetapan Ilahi.
3. Ramadan Bulan Penuh Keutamaan
Dalam hadis sahih, Nabi Muhammad ﷺ bersabda:
“Apabila datang bulan Ramadan, dibukakan pintu-pintu surga, ditutup pintu-pintu neraka, dan setan-setan dibelenggu.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menjelaskan bahwa Ramadan memiliki suasana spiritual yang berbeda dari bulan lainnya. Karena keistimewaannya itulah, puasa wajib ditetapkan pada bulan ini agar umat Islam dapat memaksimalkan ibadah dalam kondisi yang penuh keberkahan.
4. Adanya Malam Lailatul Qadar
Ramadan juga istimewa karena terdapat malam Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan (QS. Al-Qadr: 3). Keberadaan malam ini menjadikan Ramadan sebagai bulan paling mulia dalam setahun, sehingga sangat tepat jika puasa wajib dilaksanakan di dalamnya.
5. Momentum Pendidikan Spiritual Tahunan
Secara hikmah, Ramadan menjadi momen pendidikan ruhani tahunan bagi umat Islam. Selama satu bulan penuh, umat Islam dilatih untuk:
-
Menahan hawa nafsu
-
Meningkatkan kesabaran
-
Memperbanyak ibadah
-
Memperkuat kepedulian sosial
Jika puasa wajib tersebar di bulan-bulan lain, nilai pembinaan kolektif dan suasana kebersamaan umat tidak akan terasa sekuat ketika dilakukan serentak di bulan Ramadan.
Kesimpulan
Puasa diwajibkan pada bulan Ramadan karena:
-
Ramadan adalah bulan turunnya Al-Qur’an (QS. Al-Baqarah: 185).
-
Penetapannya merupakan perintah langsung dari Allah Swt.
-
Ramadan memiliki keutamaan spiritual yang tidak dimiliki bulan lain.
-
Di dalamnya terdapat Lailatul Qadar.
-
Ia menjadi sarana pembinaan iman secara kolektif bagi umat Islam.
Dengan demikian, kewajiban puasa di bulan Ramadan bukanlah tanpa alasan, melainkan berdasarkan kemuliaan dan hikmah besar yang Allah tetapkan bagi umat-Nya.

